-ANDAL
-Contoh RPL
PENGERTIAN ANDAL DAN
AMDAL
•
ANDAL adalah
analisis mengenai dampak lingkungan dari suatu proyek yang meliputi
pekerjaan evaluasi dan pendugaan dampak proyek dari bangunannya, prosesnya
maupun sistem dari proyek tersebut terhaap lingkungan dan kehidupan manusia
•
AMDAL adalah hasil studi mengenai dampak
suatu kegiatan yang direncanakan terhadap lingkungan hidup. Amdal tercakup tiga
unsur kegiatan :
–
ANDAL
–
RPL
(Rencana Pemantauan Lingkungan)
-
RKL
(Rencana Kelola Lingkungan
MAKSUD
DIBUAT ANDAL
agar dapat
diperkirakan apa yang akan terjadi dengan dilakukannya suatu kegiatan atau
suatu proyek, sehingga nantinya dapat dilakukan tindakan yang perlu untuk
menanggulangi atau mencegah kemungkinan timbulnya hal-hal atau dampak yang
negatif terhdap lingkungan.
TUJUAN
DIBUAT ANDAL
untuk
membantu mencegah agar sumberdaya alam yang ada yang berkaitan langsung maupun
tidak langsung dengan proyek tersebut tidak rusak, begitu pula sekaligus
lingkungan agar tidak rusak karena adanya pembangunan proyek tersebut.
LANGKAH-LANGKAH
MENYUSUN ANDAL
•
Langkah pendahuluan yaitu menyusun tim
peneliti, kemudian mempelajari peraturan dan peundang-undangan pemerintah baik
di pusat maupun daerah, macam proyek dan lokasinya, serta mempelajari dokumen
atau literatur yang bersangkutan dengan proyek yang akan dikembangkan
•
Menyusun Rona lingkungan yaitu memulai
studi lapangan diikuti dengan analisis laboratorium, yang dimulai dengan
membuat metodologi, menetapkan lingkungan yang akan diteliti, menetapkan metode
analisis
PENDUGAAN
DAMPAK LINGKUNGAN
•
Dampak positif dan negatif
•
Bagaimana menilainya yang berkaitan dengan harga
pasar :
–
Didasarkan pada produktifitas atau harga pasar
yaitu dengan menetapkan berdasarkan analisis biaya dan manfaat
–
Didasarkan pada nilai barang pengganti yaitu
dengan menggunakan harga barang pengganti atau bahan pembantu guna menilai
barang dan jasa yang tidak memiliki harga
–
Didasarkan pada hasil survei. Atas dasar
survei dapat ditentukan preferensi konsumen dan kemudian untuk menentukan nilai
barang dan jasa lingkungan. Dari survei dapat diketahui kesediaan orang untuk
membayar atau kesediaan orang untuk menerima kompensasi atas adnya perubahan
lingkungan.
2.BAGIAN 2
SIAPA BERANI COBA
SIAPA BERANI COBA
1.apa yang anda ketahui mengenai modal
usaha dan sumber-sumber modal usaha?
2.jelaskan perbedaan dari kebutuhan modal
kerja dan modal investasi?
3.jelaskan pengertian dan maanfat dari
modal investasi dan modal kerja?
4.sebutkan pengertian kredit serta fungsi
dan manfaatnya!
5.bagaimanakah prosedur pengajuan
permohonan kredit ke bank atau lembaga keuangan lainnya?
JAWABAN
1.-Modal adalah segala sumber daya
hasil produksi yang tahan lama, yang dapat digunakan sebagai input produktif
dalam proses produksi berikutnya
-Sumber
modal adalah tempat atau badan dimana kita bisa mendapatkan modal
2.-modal kerja adalah modal yang
diperlukan untuk kegiatan sehari hari
-modal investasi adalah jenis modal yang harus dikeluarkan pada awal
usaha dan biasanya digunakan untuk janga panjang
3.-modal kerja adalah modal yang
diperlukan untuk kegiatan sehari hari
-modal investasi adalah jenis modal yang harus dikeluarkan pada awal
usaha dan biasanya digunakan untuk janga panjang
4. Kredit merupakan suatu
fasilitas keuangan yang memungkinkan seseorang atau badan usaha untuk meminjam
uang untuk membeli produk dan membayarnya kembali dalam jangka waktu yang ditentukan.
Fungsi kredit
a.
Meningkatkan
daya guna barang
b.
Meningkatkan
daya guna uang
c.
Meningkatkan
peredaran dan lalu lintas uang
d.
Menstabilkan
moneter
e.
Meningkatkan
kegairahan berusaha
Manfaat kredit
- Modal awal untuk membangun
sebuah usaha dari nol. Modal awal bisa membantu peminjam membiayai semua
keperluan untuk membuka sebuah usaha.
- Modal yang bisa disimpan
sehingga bisa digunakan sewaktu –waktu ketika dibutuhkan. Dengan adanya
modal simpanan, usaha bisa terus berjalan walaupun sedang mengalami
krisis.
- Bunga kredit hanya dikenakan
pada uang yang sudah ditarik sehingga besarnya pembayaran kredit bisa
diatur.
- Pembayaran secara bertahap
sehingga meringankan beban peminjam. Waktu pembayaran ditetapkan dan sudah
tertulis di surat perjanjian.
- Pembayaran ringan asal dibayar
sebelum jatuh tempo karena setelah jatih tempo namun peminjam belum
membayar maka akan dikenakan denda sesuai surat perjanjian.
- Adanya surat perjanjian
pinjaman sehingga peminjam tahu besarnya bunga yang harus dibayar dan
tidak akan ada kejadian bunga kredit naik tanpa pemberitahuan.
5
Persiapan Awal yang Harus Dilakukan
Sebelum kita menuju ke sebuah
lembaga keuangan atau bank dimana kita akan mengajukan kredit usaha maka
ada baiknya kita mempersiapkan beberapa hal sebagai berikut :
- Membuat dan menyusun proposal
untuk pengajuan kredit usaha
- Mempersiapkan berbagai surat
yang menyatakan legalitas usaha yang hendak didirikan serta berbagai
persyaratan administrasi lainnya.
- Surat-surat penting yang
mendukung proses pengajuan kredit usaha seperti identitas diri, kartu
keluarga, surat pengantar Kelurahan dan sebagainya.
- Setelah seluruh persiapa
dokumen ini selesai dilakukan maka kita bisa langsung mengajukan pinjaman
dengan menyerahkan berbagai dokumen tersebut sebagai syarat yang harus
dilengkapi.
Pengisian Formulir Pengajuan kredit
Usaha
Ketika sudah menyerahkan berbagai
dokumen sebagai syarat pengajuan kredit usaha maka langkah berikutnya yang
harus kita lakukan adalah melakukan pengisian formulir pengajuan pinjaman.
Namun kita tidak mengisi sendiri formulir ini melainkan petugas bank yang akan
mengisikannya untuk kita sambil mewawancarai kita.
Yang biasanya diisikan pada formulir
tersebut ada identitas pemohon pinjaman yaitu diri kita, profil perusahaan,
pengalaman usaha yang kita miliki, daftar pengelola usaha beserta jumlah
karyawan yang dimiliki, jenis dan produk yang dihasilkan oleh usaha serta bahan
baku apa saja yang digunakan di dalam produksi usaha yang kita jalankan ini.
Selain itu data lainnya seperti sistem pemasaran produk, omset usaha, kebutuhan
dan perincian kredit usaha yang diinginkan dan jaminan yang diberikan
juga merupakan hal yang akan ditanyakan di dalam wawancara tersebut
Setelah proses pengisian selesai
maka kita wajib menandatangi formulir tersebut dan langsung menyerahkannya
kembali kepada petugas yang nantinya akan segera memproses pengajuan kredit
usaha kita ini.
Proses Survey Tahap Satu
Biasanya tidak memakan waktu yang
lama akan ada proses survey yang harus kita lewati dimana ada petugas dari
lembaga keuangan tempat kita mengajukan kredit usaha yang akan datang ke rumah
kita. Pada proses pertama ini, petugas yang datang ke rumah akan kembali
mencocokkan data dengan memberikan pertanyaan langsung kepada kita sesuai
dengan yang pernah kita berikan kepada petugas pengisi formulir. Tujuan dari
kunjungan survey ini adalah untuk mencocokkan kembali data yang kita jawab
dengan data yang sudah tertulis di formulir.
Karena itu, data yang kita berikan
ketika pengisian formulir permohonan kredit usaha adalah data yang sebenarnya
agar ketika dilakukan pencocokan kembali maka data tersebut akan tetap sesuai
dengan apa yang sudah pernah kita berikan.
Keberhasilan proses tahap pertama
ini akan dinilai dari kecocokan data dan laporan kunjungan yang dilakukan oleh
petugas yang akan datang beberapa kali ke tempat usaha kita untuk melihat
langsung kegiatan yang terjadi di dalam usaha kita.
Proses Tahap Kedua
Pada proses ini pihak bank kembali
akan melakukan analisa terhadap usaha kita untuk melihat kemampuan usaha yang
kita jalankan untuk membayarkan pinjaman pada saat jatuh tempo serta mengukur
seberapa besar kekayaan atau aset yang akan dibiayai oleh lembaga keuangan
tersebut. Biasanya perhitungan akan dilakukan dengan melakukan penjumlahan dan
perhitungan yang matang dimana total utang atau pinjaman yang kita ajukan harus
sebanding dengan modal yang sudah dikeluarkan atau minimal aset usaha sejumlah
nilai ajuan pinjaman. Selain itu, petugas akan menganalisa apakah pendapatan
hasil usaha memiliki kemampuan untuk melakukan pembayaran pinjaman beserta
dengan bunga yang akan dibebankan.
Keputusan Kredit Usaha Disetujui
Atau Ditolak
Dari hasil survey, pendataan dan
perhitungan yang matang barulah lembaga keuangan akan memberikan keputusan
apakah akan menolak ajuan kredit usaha kita tersebut atau akan
menyetujui pemberian kredit usaha kepada kita. Jika pada tahap ini lembaga
keuangan menyetujui untuk memberikan pinjaman kepada kita maka lembaga keuangan
tersebut akan mengeluarkan surat yang disebut dengan offering letter atau yang
disebut juga sebagai surat persetujuan kredit bersyarat dari lembaga yang
memberikan pinjaman.
Perjanjian Kredit
Jika kita menyetujui syarat
pemberian kredit usaha yang telah ditetapkan oleh lembaga keuangan di
dalam offering letter maka tahapan selanjutnya adalah kita akan masuk pada
proses perjanjian kredit atau pengikatan perjanjian kredit usaha dimana
berbagai ketentuan yang ditetapkan oleh lembaga keuangan tersebut kita setujui
secara mutlak.
Proses Pencairan
Inilah yang paling ditunggu-tunggu
oleh para pelaku usaha yang telah mengajukan kredit usaha. Setelah
penandatanganan perjanjian kredit usaha maka kita akan memasuki tahap
pencairan pinjaman yang akan dilakukan di lembaga keuangan itu sendiri. Ada
lembaga keuangan yang langsung memberikan uang pinjaman dalam bentuk tunai
sesuai dengan jumlah pinjaman yang kita ajukan, namun ada pula beberapa lembaga
keuangan yang tidak memberikan pinjaman dalam bentuk uang melainkan langsung
memberikan berbagai barang yang kita butuhkan dimana kita menyatakan hendak
melakukan pinjaman untuk membeli barang tersebut.
Pengawasan
Karena kita melakukan pinjaman
kepada pihak lembaga keuangan atau bank maka mereka berhak untuk melakukan
pengawasan terhadap jalannya usaha milik kita tersebut agar usaha yang kita
jalankan mengalami peningkatan dan berkembangan ke arah yang lebih baik. Ini
juga bertujuan agar usaha kita itu tetap mampu melakukan pembayaran pinjaman
beserta bunga sesuai dengan yang telah tertulis di dalam perjanjian kredit
usaha.
Pelunasan Pinjaman
Pelunasan pinjaman harus tetap kita
lakukan sesuai yang telah ditentukan oleh lembaga keuangan yang telah
memberikan pinjaman atau kredit usaha kepada kita. Karena itu, lakukan
perhitungan dan penganggaran biaya yang matang setiap bulannya dari keuntungan
usaha yang kita dapatkan.
BAGIAN 3
Peta Konsep
Peta Konsep
Modal adalah segala sumber daya hasil produksi yang tahan lama, yang
dapat digunakan sebagai input produktif dalam proses produksi berikutnya
Jenis jenis modal usaha
adalah modal investasi awal,modal kerja
dan modal operasional
modal investasi awal adalah
jenis modal yang harus dikeluarkan pada awal usaha dan biasanya digunakan untuk
janga panjang
modal kerja adalah modal
yang diperlukan untuk kegiatan sehari hari
Jenis modal yang terakhir adalah modal operasional. Modal jenis ini
adalah pengeluaran yang kita keluarkan untuk penggunaan-penggunaan operasional
dalam menjalankan usaha
Sumber modal usaha
dibedakan menjadi 2,yaitu sumber intern dan sumber ekstern
Modal
yang berasal dari sumber intern adalah modal atau dana yang di bentuk atau
dihasilkan sendiri di dalam perusahaan
Modal yang berasal dari sumber ekstern adalah sumber yang berasal dari
luar perusahaan
Modal juga didapat dengan
cara mengkredit melalui KIK ataupun KMKP

